Friday, 10 July 2020

Munasabah Al-Quran Surah Ar-Ra'ad

 



 

Dosen Pengampu :

Dr. H. Usep Dedi Rostandi, MA

 

Disusun Oleh:

Fahri Muhamad   1191030063

 

 

JURUSAN ILMU AL QURAN DAN TAFSIR

FAKULTAS USHULUDDIN

UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

2020/1441M


KATA PENGANTAR

 

Bismillahi Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Puji sukur allhamdulillah saya ungkapka sebagai rasa bahagia atas nikmat dan karunia tuhan yang maha esa karena masih memberikan kesempatan dalam menuntut ilmu hingga di usia saat ini, serta terselesainya makalah ini pada waktu yang di tentukan. 

Terimakasih pula kepada Bapak Dr.  H.Usep  Ded iRostandi,MA sebagai dosen pengampu dari mata kuliah ini yang tak pernah lelah dalam memberikan pengetahuan baru serta selalu setia mendedikassikan sebagian banyak waktunya untuk seluruh mahasiswa yang tak pernah berhenti dalam menggali ilmu mulia mengenai al quran al karim.

Saya berharap dengan terciptanya makalah ini dapat memberikan manfaat serta pengetahuan baru  bagi siapapun yang membacanya, namun terlepas itu saya merasa bahwa makalah ini masi jauh dari kata sempurna, sehingga saya sangat mengharkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi terciptanya makalah yang dan tulisan-tulisan lainnya yang lebih baik.

 

 

 

 

Karawang,   Juli 2020

 

 

Penyusun


 

Daftar Isi

Kata Pengantar.........................................................................................................i

Daftar Isi..................................................................................................................ii

BAB 1 Pendahuluan. 1

A. Latar Belakang. 1

B. Rumusan Masalah. 1

1). Apa pengertian munasabah al-quran ?. 1

2). Penamaan surat ar-ra’ad ?. 1

3). Apa munasabah surat dengan isi ?. 1

4). Apa munasbah awal dan akhir surat ?. 1

C. Tujuan Penelitian. 2

1). Mengetahui tentang munasabah al-quran. 2

2). Mengetahui tentang penamaan surat ar-ra’ad. 2

3). Mengetahui munasabah surat dengan isinya. 2

4). Mengetahui munasabah awal surat dan akhir surat. 2

BAB 2 Pembahasan. 3

A. Pengertian Munasabah. 3

B. Penamaan Surat Ar-Ra’ad. 3

C. Munasabah Nama Surah dan Isi 4

D. Munasabah Awal Dan Akhir Surat 4

BAB 3 Penutup. 6

A. Kesimpulan. 6

B. Saran. 6

Daftar Pustaka

 


 


BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kitab suci al-Quran al-Karim merupakan Kalam Allah yang mengandungi mukjizat, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibrīl AS, dipindahkan secara tawātur, dibukukan dalam mushaf, sesiapa yang membacanya dikira sebagai ibadah, dimulakan dengan surah al-Fātiḥah dan diakhiri dengan surah al-Nās. Al-Quran adalah mukjizat teragung Nabi Muhammad SAW yang menjadi rujukan dan panduan kepada seluruh umat Islam. Allah SWT memberikan jaminan pemeliharaan al-Quran daripada sebarang bentuk penyelewengan, penambahan dan pengurangan.

Melalui al-Quran, Allah SWT menyatakan pendiriannya bahwa Salah satu pembahasan utama dalam Ilmu Al-Qur`an adalah mengenai munasabah (korelasi). Pengetahuan tentang korelasi ayat dengan ayat dan surat dengan surat  juga membantu dalam menakwilkan dan memahami ayat-ayat dengan baik dan cermat.

Lahirnya pengetahuan tentang teori Munasabah (korelasi) ini tampaknya berawal dari kenyataan bahwa sistematika Al-Qur’an sebagaiman terdapat dalam Mushaf Usmani sekarang tidak berdasarkan atas fakta kronologis turunnya. Sehubungan dengan ini, ulama salaf berbeda pendapat tentang urutan surat di dalam Al-Qur’an. Segolongan dari mereka berpendapat bahwa hal itu didasarkan pada tauqifi dari Nabi SAW. Golongan lain berpendapat bahwa hal itu didasarkan atas ijtihad para sahabat setelah bersepakat dan memastikan bahwa susunan ayat-ayat adalah tauqifi. Golongan ketiga berpendapat serupa dengan golongan pertama, kecuali surat Al-Anfal dan Bara’ah/At-Taubah yang dipandang bersifat ijtihadi. Hal ini barang kali di karenakan oleh mu’jizatal - Qur’an. Keajaiban al-Qur’an seperti air laut tak pernah kering untuk ditimbaIa lalu memeberikan inspirasi kepada manusia tanpa habis - habisnya.

 

B.  Rmusan Masalah

1). Apa pengertian munasabah al-quran ?

2). Penamaan surat ar-ra’du ?

3). Apa munasabah surat dengan isi ?

4). Apa munasbah awal dan akhir surat ?

 

 

C. Tujuan Penelitian

1). Mengetahui tentang munasabah al-quran.

2). Mengetahui tentang penamaan surat ar-ra’ad.

3). Mengetahui munasabah surat dengan isinya.

4). Mengetahui munasabah awal surat dan akhir surat.


 

BAB 2 

PEMBAHASAN

 

A. Pengertian Munasabah

Secara etimologis munasabah berarti musyakalah, saling keserupaan dan al-muqarobah saling berdekatan, kedekatan, kemiripan, kesrupaan. Dua hal yang berdekatan karena adanya dua ikatan dan hubungan kesamaan keduanya sama seperti dua orang bersaudara.[1] Di dalam qiyas ada yang di sebut illat munasbah, yaitu adanya alasan logis yang melandasi suatu hukum yang dapat menghubungkan antara dua kasus.[2]

            Secara terminologis al baqi menjelaskan munasabah ialah suatu ilmu untuk mengetahui alasan-alasan sistematis perurutan bagian-bagian al-quran.[3] Prof. Drs. Quraisy Shihab memberi pengertian munasabah sebagai kemiripan-kemiripan yang terdapat padahal hal tertentu dalam al-Qur’an, baik surah maupun ayat-ayatnya yang menghubungkan uraian satu ayat dengan yang lainnya. Denga kata lain ilmu munasabah ialah ilmu yang membicarakan hubungan suatu ayat dengan ayat yang lain atau suatu surat dengan surat laninya.

 

B. Penamaan Surat Ar-Ra’ad

Surat ini bernama  surah ar-Ra'd (Guruh). Nama ini telah dikenal sejak awal masa Islam, bahkan pada sejak masa Nabi saw. Penamaannya dengan ar-Ra'd disebabkan salah satu ayatnya berbicara tentang tentang guruh. Memang, dalam surah al-Baqarah  [2 ]: 19 ada juga disebut kata  Ra'd,  tetapi uraian di sana bukan menyangkut guruh, tetapi menyangkut orang-orang munafik. Sedang, disini ayatnya secara tegas berbicara tentang guruh sebagai pelaku yang bertasbih bersama malaikat. Tidak di ketahui adanya  nama lain untukk surah ini, selain ar-Ra'd. Ulama berbeda pendapat dengan masa turunanya ada yang berpendapat setalah nabi hijrah atau degan kata lain madaniyah, dan adapula pendapat bahwa seluruh ayat surat ini turunnya sebelum beliau hijrah atau paling tidak sebagian besar ayatnya makkiayah. Ini setelah memperhatikan kandungan serta uraia surat yang temaya serupa dengan ayat-ayat yang turunya seblum hijrah. Salah satu ayat yang di nilai oleh sementara ulama bahwa surat ini turun setelah nabi bermukim di Madinah adalah akhir ayat surat ini. tetapi jika memperhatikan kandungannya yang sejalan dengan kandungan ayat pertama, sungguh wajar ia juga bagian dari surah makkiyah. Ada juga yang menilai ayat  yang bwebicara tentang gemuruh turun di madinah, beberapa ayat yang lainnya. Namun, pendapat-pendapat itu hanyalah sebuah dugaan.

 

C. Munasabah Nama Surah dan Isi

Tema utama surah ini adalah tentang uraian kebenaran Al-Quran dan bahwa ia adalah bukti  kebenaran dari risalah nabi Muhammad SAW. Tuduhan yang tidak beralasan dari kaum musyrikin tidaklah pada tempatnya dihiraukan, bahkan tidak pada tempatnya di ucapkan. Betapa ajakan Al-Quran yang di sampaikan nabi Muhammad buksnlah ajakan yang haq, padahal intinya adalah keesaan allah SWT sedang ke esaannya adalah terbukti amat  jelas  pada ayat-ayat  kauniyah  yang terhampar di langit dan dibumi. Demikian kurang lebihnya Thabathaba’i. Pakar keserasian al-Qur'an, Ibrahim Ibn Umar al-Biqa’i, berpendapat serupa. Bertitik tolak dari nama surah ini "ar-Ra'd" dia menegaskan bahwa tujuan utama surah ini adalah uraian tentang sifat al-Qur'an yang  penuh  dengan kebenaran dan yang dapat memberi pengaruh positif yang lahir dari dari kalimat-kalimat nya yang sangat  jelas  dan dengan "suaranya" yang gamblang, ia dapat melahirkan rasa  takut dan gentar bagi siapa yang mau melihat, walau terkadang juga, tidak memberi pengaruh bahkan menjadi sebab kesesatan dan kebutaan bagi yang enggan. Nama yang paling tepat untuk tujuan itu adalah  Guruh  karena guruh merupakan suatu kenyataan dan hak yang didengar oleh yang buta dan yang melek serta oleh siapa pun yang menampakkan diri atau yang  bersembunyi. Ia juga dapat disertai oleh kilat dan hujan walau mungkin dapat juga tidak. Hujan pun saat turun  dapat memberimanfaat  jika  tanah yang dihujamnya subur dan bisa juga tidak bermanfaat jika  yang di sirami nya adalah tanah yang gersang. Demikian al-Biqa'i mengemukakan tema surah dari kata  guruh  yang merupakan satu-satunya nama yang disandangnya.

 

D. Munasabah Awal Dan Akhir Surat

`           Dari segi hubngan surat ini dengan surat sebelumnya, kita dapat berkata bahwa surat ini merupkan perincian dari ayat-ayat yang penutup  dari surah yang lalu, yang antara lain berbicara tentang banyaknya ayat  kauniyah yang terhampardi alam raya, tetapi di abaikan oleh kaum musyrikin  (ayat 105 -108). Sekian banyak ayat yang terlihat di langit dan di bumi diuraikan dalam surah ini, seperti ayat 2, 3, dan 4. Uraiannya tentang bagian-bagian yang berdampingan di bumi dan kebun kebun serta aneka tanaman yang disirami dengan air yang sama mengantar pada uraian tentang pembuktian keniscayaan hari Kemudian karena terdapat kemiripan antara kehidupan tanah yang tadinya gersang (mati) dengan kebangkitan manusia dan hidup kembali di hari Kemudian setelah mengalami kematian.

 

Di sisi lain, sungguh serasi awal ayat pada surah ini dengan  penutup surah sebelumnya. Akhir uraian pada surah Yusuf adalah tentang ayat-ayat al-Qur an. Ia bukan cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan kitab suci sebelumnya, menjelaskan segalaa sesuatu yang berhubungan dengan ajaran agama, serta petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. Sedang, awal surah ar-Ra'd juga berbicara tentang ayat-ayat  al-Kitab,  baik ayat-ayat Qur'aniyah  maupun  kauniyah,  sebagaimana akan terbaca nanti pada ayat pertama surah ini.

 

Ada hal lain yang menarik dari surah ini, yaitu irama musikal yang dilahirkan kata-kata, penggalan kalimat, dan Fashilahl penutup  ayat-ayatnya. Lima ayat pertama di tutup irama yang sama:  yu’minun, tu’qinun, yatafakkarun, ya’qilun, dan khalidun. Selanjutnya, dari ayat 6 sampai  dengan 27, huruf sebelum akhirnya adalah  Alif sehingga bernada panjang seperti  al-'iqab, haad,  miqdaar, al-mu’tal, an-nahar, waal, ats-tsiqal, dan seterusnya hingga ayat 27. Setelah pembaca terbiasa dengan nada itu tiba-tiba akhir ayat 28 diubah dengan mengakhirinya dengan hurufn ba yaitu  al-qulub lalu melanjutkan kembali sebagaimana sebelumnya menggunakan nada panjang  ma’ab, matab, mi'ad,  dan seterusnya hingga akhir surah.


 

BAB 3

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kata Munasabah dari segi bahasa artinya kedekatan, sedangkan secara istilah adalah adanya hubungan (ayat dan ayat), (surah dan surah) yang memiliki kecocokan (kepantasan/keserasian/kemiripan) uraiannya atau dalam hal tertentu, hingga membentuk korelasi.

Ilmu Munasabah memiliki kedudukan yang penting dalam „Ulumul Qur‟an wa Tafsir (Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir), karena banyak para ulama Al-Qur‟an dan Tafsir yang mempelajari dan menerapkan serta melakukan usaha-usaha dalam pengembangannya. Di sisi lain ada beberapa yang tidak setuju terhadap Munasabah. Sebab Munasabah banyak manfaat yang dapat diperoleh dan membantu mufassir dalam memahami maksud ayat

Penerapan munasabah saat ini pada surat Al-Ra’ad dalam Al-Quran  ada 3 (tiga) yaitu tentang penamaan surat ar-ra’ad, munasabah surat dengan isi, munasbah awal dan akhir surat.

 

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang ditarik dari hasil analisis, maka penulis mencoba memberikan rekomendasi untuk akademisi yang akan melakukan penelitian terkait Munasabah dalam penafsiran Al-Qur‟an  surat Ar-ra’ad pada kali ini.


 


Daftar Pustaka

Al Biqai Umar, Nazhm al Qura fii Tanasub Al Ayat wa Al suwar. juz 1, (Hayder Abad: Dar aj-maarif,1969)

Drajat Amroeni, Ulumul Quran, (Depok: Kencana, 2017)

Ibn ‘Adb Allah al Zarkasyi Muhammad, Al Burhan fi ulum al quran. Juz 1. (Kairo : Isa Baabi al-Halabi, 1972)

https://www.academia.edu/search?utf8=%E2%9C%93&q=munasabah+al+quran+surat+ar-raad

 



[1] Muhammad ibn ‘Adb Allah al Zarkasyi, Al Burhan fi ulum al quran. Juz 1. (Kairo : Isa Baabi al-Halabi, 1972), hlm 61

[2] Amroeni Drajat, Ulumul Quran, (Depok: Kencana, 2017), Hlm 55

[3] Umar al Biqai, Nazhm al Qura fii Tanasub Al Ayat wa Al suwar. juz 1, (Hayder Abad: Dar aj-maarif,1969), hlm6


No comments:
Write Post a Comment