Dosen Pengampu :
Dr. H. Usep Dedi Rostandi, MA
Disusun Oleh:
Fahri Muhamad 1191030063
JURUSAN ILMU AL QURAN DAN TAFSIR
FAKULTAS USHULUDDIN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SUNAN GUNUNG
DJATI BANDUNG
2020/1441M
KATA PENGANTAR
Bismillahi Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Puji sukur allhamdulillah saya ungkapka
sebagai rasa bahagia atas nikmat dan karunia tuhan yang maha esa karena masih
memberikan kesempatan dalam menuntut ilmu hingga di usia saat ini, serta
terselesainya makalah ini pada waktu yang di tentukan.
Terimakasih pula kepada Bapak Dr. H.Usep
Ded iRostandi,MA sebagai dosen pengampu dari mata kuliah ini yang tak
pernah lelah dalam memberikan pengetahuan baru serta selalu setia
mendedikassikan sebagian banyak waktunya untuk seluruh mahasiswa yang tak
pernah berhenti dalam menggali ilmu mulia mengenai al quran al karim.
Saya berharap dengan terciptanya
makalah ini dapat memberikan manfaat serta pengetahuan baru bagi siapapun yang membacanya, namun terlepas
itu saya merasa bahwa makalah ini masi jauh dari kata sempurna, sehingga saya
sangat mengharkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi terciptanya
makalah yang dan tulisan-tulisan lainnya yang lebih baik.
Karawang, Juli 2020
Penyusun
Daftar Isi
Kata
Pengantar.........................................................................................................i
Daftar
Isi..................................................................................................................ii
1). Apa pengertian
munasabah al-quran ?
3). Apa munasabah surat
dengan isi ?
4). Apa munasbah awal dan
akhir surat ?
1). Mengetahui tentang
munasabah al-quran.
2). Mengetahui tentang
penamaan surat ar-ra’ad.
3). Mengetahui munasabah
surat dengan isinya.
4). Mengetahui munasabah
awal surat dan akhir surat.
C. Munasabah Nama Surah dan Isi
D. Munasabah Awal Dan Akhir Surat
Daftar Pustaka
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kitab suci
al-Quran al-Karim merupakan Kalam Allah yang mengandungi mukjizat, diturunkan
kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibrīl AS, dipindahkan
secara tawātur, dibukukan dalam mushaf, sesiapa yang membacanya dikira sebagai
ibadah, dimulakan dengan surah al-Fātiḥah dan diakhiri dengan surah al-Nās.
Al-Quran adalah mukjizat teragung Nabi Muhammad SAW yang menjadi rujukan dan
panduan kepada seluruh umat Islam. Allah SWT memberikan jaminan pemeliharaan
al-Quran daripada sebarang bentuk penyelewengan, penambahan dan pengurangan.
Melalui al-Quran,
Allah SWT menyatakan pendiriannya bahwa Salah satu pembahasan utama dalam Ilmu
Al-Qur`an adalah mengenai munasabah (korelasi). Pengetahuan tentang korelasi
ayat dengan ayat dan surat dengan surat
juga membantu dalam menakwilkan dan memahami ayat-ayat dengan baik dan
cermat.
Lahirnya
pengetahuan tentang teori Munasabah (korelasi) ini tampaknya berawal dari
kenyataan bahwa sistematika Al-Qur’an sebagaiman terdapat dalam Mushaf Usmani
sekarang tidak berdasarkan atas fakta kronologis turunnya. Sehubungan dengan
ini, ulama salaf berbeda pendapat tentang urutan surat di dalam Al-Qur’an.
Segolongan dari mereka berpendapat bahwa hal itu didasarkan pada tauqifi dari
Nabi SAW. Golongan lain berpendapat bahwa hal itu didasarkan atas ijtihad para
sahabat setelah bersepakat dan memastikan bahwa susunan ayat-ayat adalah
tauqifi. Golongan ketiga berpendapat serupa dengan golongan pertama, kecuali
surat Al-Anfal dan Bara’ah/At-Taubah yang dipandang bersifat ijtihadi. Hal ini
barang kali di karenakan oleh mu’jizatal - Qur’an. Keajaiban al-Qur’an seperti
air laut tak pernah kering untuk ditimbaIa lalu memeberikan inspirasi kepada
manusia tanpa habis - habisnya.
B. Rmusan Masalah
1). Apa pengertian munasabah al-quran ?
2). Penamaan surat ar-ra’du ?
3). Apa munasabah surat dengan isi ?
4). Apa munasbah awal dan akhir surat ?
C. Tujuan Penelitian
1). Mengetahui tentang munasabah al-quran.
2). Mengetahui tentang penamaan surat ar-ra’ad.
3). Mengetahui munasabah surat dengan isinya.
4). Mengetahui munasabah awal surat dan akhir surat.
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Pengertian Munasabah
Secara etimologis munasabah berarti
musyakalah, saling keserupaan dan al-muqarobah saling berdekatan, kedekatan,
kemiripan, kesrupaan. Dua hal yang berdekatan karena adanya dua ikatan dan
hubungan kesamaan keduanya sama seperti dua orang bersaudara.[1] Di dalam
qiyas ada yang di sebut illat munasbah, yaitu adanya alasan logis yang
melandasi suatu hukum yang dapat menghubungkan antara dua kasus.[2]
Secara
terminologis al baqi menjelaskan munasabah ialah suatu ilmu untuk mengetahui
alasan-alasan sistematis perurutan bagian-bagian al-quran.[3] Prof.
Drs. Quraisy Shihab memberi pengertian munasabah sebagai kemiripan-kemiripan yang
terdapat padahal hal tertentu dalam al-Qur’an, baik surah maupun ayat-ayatnya
yang menghubungkan uraian satu ayat dengan yang lainnya. Denga kata lain ilmu
munasabah ialah ilmu yang membicarakan hubungan suatu ayat dengan ayat yang
lain atau suatu surat dengan surat laninya.
B. Penamaan Surat
Ar-Ra’ad
Surat ini bernama surah ar-Ra'd (Guruh). Nama ini telah dikenal
sejak awal masa Islam, bahkan pada sejak masa Nabi saw. Penamaannya dengan
ar-Ra'd disebabkan salah satu ayatnya berbicara tentang tentang guruh. Memang,
dalam surah al-Baqarah [2 ]: 19 ada juga
disebut kata Ra'd, tetapi uraian di sana bukan menyangkut guruh,
tetapi menyangkut orang-orang munafik. Sedang, disini ayatnya secara tegas
berbicara tentang guruh sebagai pelaku yang bertasbih bersama malaikat. Tidak
di ketahui adanya nama lain untukk surah
ini, selain ar-Ra'd. Ulama berbeda pendapat dengan masa turunanya ada yang
berpendapat setalah nabi hijrah atau degan kata lain madaniyah, dan adapula
pendapat bahwa seluruh ayat surat ini turunnya sebelum beliau hijrah atau
paling tidak sebagian besar ayatnya makkiayah. Ini setelah memperhatikan
kandungan serta uraia surat yang temaya serupa dengan ayat-ayat yang turunya
seblum hijrah. Salah satu ayat yang di nilai oleh sementara ulama bahwa surat
ini turun setelah nabi bermukim di Madinah adalah akhir ayat surat ini. tetapi
jika memperhatikan kandungannya yang sejalan dengan kandungan ayat pertama,
sungguh wajar ia juga bagian dari surah makkiyah. Ada juga yang menilai
ayat yang bwebicara tentang gemuruh
turun di madinah, beberapa ayat yang lainnya. Namun, pendapat-pendapat itu
hanyalah sebuah dugaan.
C. Munasabah Nama Surah
dan Isi
Tema utama surah ini adalah tentang uraian
kebenaran Al-Quran dan bahwa ia adalah bukti
kebenaran dari risalah nabi Muhammad SAW. Tuduhan yang tidak beralasan
dari kaum musyrikin tidaklah pada tempatnya dihiraukan, bahkan tidak pada
tempatnya di ucapkan. Betapa ajakan Al-Quran yang di sampaikan nabi Muhammad
buksnlah ajakan yang haq, padahal intinya adalah keesaan allah SWT sedang ke
esaannya adalah terbukti amat jelas pada ayat-ayat kauniyah yang terhampar di langit dan dibumi. Demikian
kurang lebihnya Thabathaba’i. Pakar keserasian al-Qur'an, Ibrahim Ibn
Umar al-Biqa’i, berpendapat serupa. Bertitik tolak dari nama surah ini "ar-Ra'd"
dia menegaskan bahwa tujuan utama surah ini adalah uraian tentang sifat al-Qur'an
yang penuh dengan kebenaran dan yang dapat memberi
pengaruh positif yang lahir dari dari kalimat-kalimat nya yang sangat jelas
dan dengan "suaranya" yang gamblang, ia dapat melahirkan
rasa takut dan gentar bagi siapa yang
mau melihat, walau terkadang juga, tidak memberi pengaruh bahkan menjadi sebab
kesesatan dan kebutaan bagi yang enggan. Nama yang paling tepat untuk tujuan
itu adalah Guruh karena guruh merupakan suatu kenyataan dan
hak yang didengar oleh yang buta dan yang melek serta oleh siapa pun yang menampakkan
diri atau yang bersembunyi. Ia juga dapat
disertai oleh kilat dan hujan walau mungkin dapat juga tidak. Hujan pun saat
turun dapat memberimanfaat jika
tanah yang dihujamnya subur dan bisa juga tidak bermanfaat jika yang di sirami nya adalah tanah yang gersang.
Demikian al-Biqa'i mengemukakan tema surah dari kata guruh
yang merupakan satu-satunya nama yang disandangnya.
D. Munasabah Awal Dan
Akhir Surat
` Dari
segi hubngan surat ini dengan surat sebelumnya, kita dapat berkata bahwa surat
ini merupkan perincian dari ayat-ayat yang penutup dari surah yang lalu, yang antara lain
berbicara tentang banyaknya ayat kauniyah
yang terhampardi alam raya, tetapi di abaikan oleh kaum musyrikin (ayat 105 -108). Sekian banyak ayat yang
terlihat di langit dan di bumi diuraikan dalam surah ini, seperti ayat 2, 3,
dan 4. Uraiannya tentang bagian-bagian yang berdampingan di bumi dan kebun kebun
serta aneka tanaman yang disirami dengan air yang sama mengantar pada uraian
tentang pembuktian keniscayaan hari Kemudian karena terdapat kemiripan antara kehidupan
tanah yang tadinya gersang (mati) dengan kebangkitan manusia dan hidup kembali di
hari Kemudian setelah mengalami kematian.
Di sisi lain, sungguh serasi awal ayat
pada surah ini dengan penutup surah
sebelumnya. Akhir uraian pada surah Yusuf adalah tentang ayat-ayat al-Qur an.
Ia bukan cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan kitab suci sebelumnya,
menjelaskan segalaa sesuatu yang berhubungan dengan ajaran agama, serta
petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. Sedang, awal surah ar-Ra'd juga
berbicara tentang ayat-ayat
al-Kitab, baik
ayat-ayat Qur'aniyah maupun kauniyah, sebagaimana akan terbaca nanti pada ayat pertama
surah ini.
Ada hal lain yang menarik dari surah ini,
yaitu irama musikal yang dilahirkan kata-kata, penggalan kalimat, dan Fashilahl
penutup ayat-ayatnya. Lima ayat pertama
di tutup irama yang sama: yu’minun,
tu’qinun, yatafakkarun, ya’qilun, dan khalidun. Selanjutnya,
dari ayat 6 sampai dengan 27, huruf
sebelum akhirnya adalah Alif sehingga
bernada panjang seperti al-'iqab,
haad, miqdaar, al-mu’tal,
an-nahar, waal, ats-tsiqal, dan seterusnya
hingga ayat 27. Setelah pembaca terbiasa dengan nada itu tiba-tiba akhir ayat
28 diubah dengan mengakhirinya dengan hurufn ba yaitu al-qulub lalu melanjutkan kembali
sebagaimana sebelumnya menggunakan nada panjang
ma’ab, matab, mi'ad, dan seterusnya hingga akhir surah.
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kata Munasabah dari segi bahasa artinya
kedekatan, sedangkan secara istilah adalah adanya hubungan (ayat dan ayat),
(surah dan surah) yang memiliki kecocokan (kepantasan/keserasian/kemiripan)
uraiannya atau dalam hal tertentu, hingga membentuk korelasi.
Ilmu Munasabah memiliki kedudukan yang
penting dalam „Ulumul Qur‟an wa Tafsir (Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir), karena
banyak para ulama Al-Qur‟an dan Tafsir yang mempelajari dan menerapkan serta
melakukan usaha-usaha dalam pengembangannya. Di sisi lain ada beberapa yang
tidak setuju terhadap Munasabah. Sebab Munasabah banyak manfaat yang dapat
diperoleh dan membantu mufassir dalam memahami maksud ayat
Penerapan munasabah saat ini pada surat
Al-Ra’ad dalam Al-Quran ada 3 (tiga)
yaitu tentang penamaan surat ar-ra’ad, munasabah surat dengan isi, munasbah
awal dan akhir surat.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang
ditarik dari hasil analisis, maka penulis mencoba memberikan rekomendasi untuk
akademisi yang akan melakukan penelitian terkait Munasabah dalam penafsiran
Al-Qur‟an surat Ar-ra’ad pada kali ini.
Daftar Pustaka
Al Biqai Umar, Nazhm al
Qura fii Tanasub Al Ayat wa Al suwar. juz 1, (Hayder Abad: Dar
aj-maarif,1969)
Drajat Amroeni, Ulumul
Quran, (Depok: Kencana, 2017)
Ibn ‘Adb Allah al Zarkasyi
Muhammad, Al Burhan fi ulum al quran. Juz 1. (Kairo : Isa Baabi al-Halabi,
1972)
https://www.academia.edu/search?utf8=%E2%9C%93&q=munasabah+al+quran+surat+ar-raad
[1] Muhammad ibn ‘Adb Allah al Zarkasyi, Al
Burhan fi ulum al quran. Juz 1. (Kairo : Isa Baabi al-Halabi, 1972), hlm 61
[2] Amroeni Drajat, Ulumul Quran, (Depok:
Kencana, 2017), Hlm 55
[3] Umar al Biqai, Nazhm al Qura fii
Tanasub Al Ayat wa Al suwar. juz 1, (Hayder Abad: Dar aj-maarif,1969), hlm6

No comments:
Write Post a Comment