Showing posts with label Islamic. Show all posts
Showing posts with label Islamic. Show all posts

Tuesday, 2 November 2021

Belum Ada Judul

 

lasgow, Kominfo - Presiden Joko Widodo membahas sejumlah penguatan kerja sama Indonesia-Amerika Serikat dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, di Scottish Event Campus (SEC), Glasgow, Skotlandia, Senin (01/11/2021). Presiden mengapresiasi kerja sama yang dilakukan selama pandemi.

Pertama, Indonesia menghargai kerja sama bidang kesehatan selama pandemi mulai dari penerimaan stok vaksin melalui mekanisme dose-sharing, ventilator, obat-obatan teurapeutik, hingga alat kesehatan lainnya. Presiden mengatakan Indonesia tertarik untuk menjadi bagian dari rantai pasok global di bidang kesehatan melalui pembangunan industri kesehatan Indonesia.

Kedua, Presiden menyampaikan pentingnya untuk memperkuat kerja sama ekonomi terutama dalam pengembangan ekonomi hijau. Menurut Presiden, Indonesia dapat menjadi mitra kerja sama ekonomi yang handal.




Ketiga, terkait perubahan iklim, Presiden kembali menekankan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon. Indonesia telah menunjukkan hasil yang baik dalam menurunkan tingkat deforestasi secara signifikan dan tingkat kebakaran hutan yang berada pada titik paling rendah dalam 20 tahun.

“Saya akan restorasi hutan bakau hingga 600 ribu hektare dalam 3 tahun ke depan. Ini akan menjadi konservasi hutan mangrove terbesar di dunia,” jelasnya.

Dalam sektor energi, Presiden menyebut telah mencanangkan transformasi Indonesia menuju energi baru dan terbarukan, serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau. Kepala Negara mengajak Amerika Serikat untuk melakukan investasi pada energi baru dan terbarukan termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai lithium.

Thursday, 23 July 2020

Mari Mengenal Akhlaq


Friday, 10 July 2020

Tanya Jawab Mengenai Bersuci





SOAL

1. Definisi dan ruang lingkupnya

2. Dalil syara', baik dalil naqliy dari Alquran-Sunnah maupun hasil ijtihad

3. Fiqh Madzhab dan pendapat ulama

4. Kesimpulan hukumnya

 

Jawaban

1.      Secara bahasa kata wudhu (الؤضوء (dalam bahasa Arab berasal dari kata al-wadha’ah (الؤضاءة .(Kata ini bermakna an Nadhzafah (النظافه (yaitu kebersihan. Secara etimologi, wudhu berarti kebaikan dan kebersihan. Adapun maknanya dalam istilah fiqh adalah menggunakan air pada anggota-anggota tubuh tertentu, seperti wajah, tangan dan seterusnya, dengan cara yang tertentu pula. Di samping itu, dari definisi di atas juga dipahami bahwa wudhu bukan sekedar bertujuan untuk membersihkan anggota tubuh secara fisik dari kotoran, melainkan juga sebuah ritual ibadah yang telah ditetapkan tata aturannya lewat syara’ dari Allah SWT Wudhu bersifat fardhu apabila hendak shalat dan memegang Al Quran. Wudhu juga bisa bersifat wajib apabila mengerjakan thawaf. Selanjutnya wudhu bersifat sunnah apabila ingin memperbarui wudhu, menyentuh buku-buku agama (buku tafsir, hadis, aqidah, fiqh, dan lain-lain), hendak pergi tidur, serta sebelum melaksankaan mandi junub, dan lainnya. Wudhu juga bisa bersifat makruh mengulang wudhu sebelum melaksanakan shalat adalah dimakruhkan.

2.      Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: ِ

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ

 

 Hai orang-orang yang beriman apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki...(QS. Al-Maidah:6)

 

 

Hadits Tentang Wudhu

Dari Ibnu ‘Umar –radhiyallahu ‘anhuma-, beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

 

لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلاَ صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ

 

“Tidak ada shalat kecuali dengan thoharoh. Tidak ada sedekah dari hasil pengkhianatan.”

3.      Para ulama sepakat bahwa tafsir dan penjelasan atas tata cara wudhu sebagaimana diperintahkan dalam al-Qur’an, terdapat pada sunnah-sunnah Rasulullah saw

 

Wudhu Rasulullah saw Menurut Mazhab Hanafi Imam Ibnu Maudud al-Maushili (w. 683 H), seorang ulama bermazhab Hanafi, dalam kitab matan-nya; Mukhtar al-Fatwa bahwa Fardhu wudhu adalah: membasuh wajah, tangan dan juga kedua siku, mengusap seperempat kepala, dan membasuh kaki dan juga kedua mata kaki. Sunnahnya: Membasuh kedua tangan sampai kepergelangan tangan sebanyak tiga kali sebelum mencelupkan tangannya ke dalam wadah air bagi yang baru bangun dari tidur, membaca tasmiyyah di awal wudhu, bersiwak, madhmadhah, istinsyaq, mengusap seluruh kepala dan kedua telinga dengan satu usapan air, takhlil jenggot dan ruas jari, membasuh tiga kali.

Wudhu Rasulullah saw Menurut Mazhab Maliki Imam Abu an-Naja al-‘Asymawi (w. Sebelum Abad 10 H), seorang ulama bermazhab Maliki, dalam kitab matan-nya; Matan al-‘Asymawiyyah bahwa Ada pun fardhu wudhu adalah : Niat, Membasuh wajah, Membasuh kedua tangan sampai kedua siku, Mengusap seluruh kepala, Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki, Faur/muwalah, dan Tadlik/menggosok. Sunnahnya adalah: Membasuh ,kedua tangan sampai pergelangan, Madhmadhah, Istinsyaq, Istintsar; yaitu membuang air yang dimasukkan ke dalam hidup, Mengusap kepala dengan membalikkannya dari belakang, Mengusap sisi luar dan dalam telinga, Mengusap telinga dengan air yang baru, dan Tertib.

Wudhu Rasulullah saw Menurut Mazhab Syafi’i Imam Abu Syuja’ al-Ashfahani (w. 593 H), seorang ulama bermazhab Syafi’i, dalam kitab matan-nya; al-Ghayah wa at-Taqrib bahwa Fardhu wudhu adalah : Niat saat membasuh wajah, Membasuh wajah, Membasuh kedua tangan dan juga kedua siku,  Mengusap sebagian kepala, Membasuh kedua kaki dan juga kedua mata kaki, Tertib anggota wudhu sebagaimana telah disebutkan. Fardhu wudhu adalah : Niat saat membasuh wajah, Membasuh wajah,  Membasuh kedua tangan dan juga kedua siku, Mengusap sebagian kepala, Membasuh kedua kaki dan juga kedua mata kaki, Tertib anggota wudhu sebagaimana telah

Disebutkan

Wudhu Rasulullah saw Menurut Mazhab Hanbali Imam Mar’i bin Yusuf al-Karmi (w. 1033 H), seorang ulama bermazhab Hanbali, dalam kitab matan-nya; Dalil ath-Thalib li Nail al-Mathalib bahwa Fardhu wudhu itu Membasuh wajah termasuk madhamadhah dan istinsyaq, Membasuh kedua tangan dan juga kedua siku, Mengusap seluruh kepala termasuk kedua telinga, Membasuh kedua kaki dan juga kedua mata kaki, Tertib, dan Muwalah dan sunahnya adalah membasuh dengan banyak namun tidak berlebihan, serta mentakhil dan mentahjil yang perlu saja.

Syarat Wudhu Rasulullah Menurut 4 Mazhab

a)      Muslim. Aqil atau berakal.

b)      Baligh.

c)      Terhentinya hal-hal yang meniadakan wudhu seperti haiddan nifas.

d)      Keberadaan air mutlak yang cukup

e)      Masuknya waktu ibadah yang mensyaratkan wudhu, khusu bagi wanita yang mendapati istihadah atau kasus semisal.

f)       Adanya hadats

g)      Sampainya dakwah Nabi saw.

Sedangkan syarat sah wudhu sebagaimana berikut:

a)      Ratanya air membasahi anggota wudhu.

b)      Tidak adanya penghalang di kulit seperti lilin, lemak adonan, tanah, lem, cat, karet, atau benda apapun yang menjadi penghalang basahnya bagian anggota wudhu dari air.

c)      Berhentinya penyebab hadats, dengan demikian maka orang yang berwudhu sambil kencing misalnya, maka hukum wudhu'nya tidak sah. Demikian juga orang yang sudah selesai buang air tapi belum beristinja', kalau dia berwudhu' maka hukum wudhu'nya tidak sah.

d)      Ilmu tentang wudhu.

e)      Halalnya air. Syarat ini hanya diajukan oleh Hanbali saja dalam pandangan resmi mazhab

Kesimpulannya adalah setiap hukum wudhu pada mazhab masinng-masing memiliki nilai kebersihan yang berbeda namun pada pada dasarya esensi berwudhu adalah membersihkan anggota badan dengan benar dan cara yang benar. Wudhu adalah menggunakan air pada anggota-anggota tubuh tertentu, seperti wajah, tangan dan seterusnya, dengan cara yang tertentu pula. Pada dasarnya al-Quran sudah cukup lengkap menjelaskan tentang praktik wudhu. Namun para ulama sepakat bahwa al-Quran hanya menjelaskan praktik yang dikategorikan sebagai rukun

@jika ada kritik dan saran silahkan curahkan di blog kami terimakasih

 


Tanya Jawab Seputar Ulumul Quran

 



Soal

1. Ada berapa macam qishshah dalam Al-Qur’an?

2. Sebutkan faidah Qishshah Al-Qur’an ?

3. Jelaskan hikmah keberadaan ayat-ayat mutasyabihat dalam Al-Qur’an ?

4. Jelaskan pengertian Amsal Al-Kaminah dengan disertai contoh ayat Al-Qur’an?

5.  Sebutkan Faidah Amsal Al-Qur’an?

 

Jawabannya

1.      Qashash al-Qur’an adalah pemberitahuan Qur’an mengenai umat yg telah lalu, nubuwat

yg terdahulu dan peristiwa-peristiwa yang lampau agar di jadikan pelajaran.

a.       Kisah para Nabi terdahulu yang berisi tentang dakwah mereka kepada kaumnya, mukjizat yang memperkuat dakwahnya, tentang orang yang memusuhinya, tahapan-tahapan dakwah dan perkembangannya serta hakikat yang diterima oleh mereka yang mempercayai dan golongan yang mendustakan. Seperti  kisah Nuh, Ibrahim, Musa, Harun, Isa, dan Nabi-Nabi serta Rasul lainnya yang di tutup oleh  nabi Muhammad.

b.      Kisah-kisah yg berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yg terjadi pada masa lalu dan orang-orang yang tidak dipastikan kenabiannya atau hanya mengaku sebagai nabi. Misalnya kisah orang yang keluar dari kampung halaman, yang beribu-ribu jumlahnya karena takut mati, Kisah Talut dan Jalut, dua orang putra Adam, penghuni gua, Zulqarnain, Qarun, orang-orang yang menangkap ikan pahari Sabtu, Maryam, Ashabul ukhdud, Ashabul Fil

c.       Kisah-kisah yg berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yg terjadi pada masa Rasulullah, seperti perang Badar, Uhud pada surat Ali Imran, Perang Hunain dan Tabuk dalam surat AlTaubah, Perang Ahzab dalam surat al-Ahzab, hijrah, isra dll.

2.      Qisasah al quran mempunyai banyak sekali faidah atau manfaat bagi umat diantaranya adalah

a.       Menjelaskan asas dakwah menuju Allah dan menjelaskan pokok syariat yg dibawa oleh para Nabi. Al-Anbiya 25 “Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”

b.      Meneguhkan hati Rasulullah dan hati ummat Muhammad atas agama Allah, memperkuat kepercayaan orang Mukmin ttg menangnya kebenaran dan para pendukungnya serta hancurnya kebatilan dan para pembelanya. Hud 120 “Dan semua kisah rasul-rasul yang Kami ceritakan kepadamu, adalah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”

c.       Membenarkan para nabi terdahulu, menghidupkan kenangan thd mereka serta mengabadikan jejak dan peninggalannya.

d.      Menampakan kebenaran Muhammad dlm dakwahnya dg apa yg diberitakannya ttg hal ihwal orang-orang terdahulu di sepanjang kurun dan generasi.

e.       Menyibak kebohongan ahli kitab dg hujjah yg membeberkan keterangan dan petunjuk yg mereka sembunyikan dan menantang mereka dg isi kitab mereka sendiri sebelum kitab itu diubah dan diganti. Ali Imran 93 “Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya’kub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: (Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah jika kamu orang-orang yang benar”

f.        Kisah termasuk salah satu bentuk sastra yg dapat menarik perhatian para pendengar dan memantapkan pesan-pesan yg terkandung di dalamnya ke dalam jiwa. Yusuf 111. “Sesungguhnya pada kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal”

3.      Ayat-ayat Mutasyabihat ini mengharuskan upaya yang lebih banyak untuk mengungkap maksudnya, sehingga menambah pahala bagi orang yang mengkajinya. Jika Al-Quran mengandung ayat-ayat mutasyabihat, maka untuk memahaminya di perlukan cara penafsiran dan tarjih antara satu dengan yang lainnya. Hal ini memerlukan berbagai ilmu, seperti ilmu bahasa, gramatika, ma’ani, ilmu bayan, ushulfiqh dan sebagainya. Apabila ayat-ayatmutasyabihatitutidakadaniscayatidakakanadailmu-ilmutidakakanmuncul.

4.      Amsal Al-Kaminah, yg di dalamnya tidak disebutkan dengan jelas lafadz tamsil tetapi ia menunjukan makna yg indah.

َوَلاَتْجَعْلَيَدَكَمْغُلوَلًةِإَلٰىُعُنِقَكَوَلاَتْبُسْطَهاُكَّلٱْلَبْسِطَفَتْقُعَدَمُلوًماَّمْحُسوًرا

Dan jangan lah kamu jadi kan tangan mu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) terlalu mengulurkannya”

5.      Faidahnya pun adalah.

a.       Menonjolkan sesuatu ma’qul (yg hanya bisa dijangkau akal, abstrak) dalam bentuk konkrit yg dapat dirasakan indra manusia sehingga akal mudah menerimanya. Perumpamaan orang riya Al-Baqarah:264. “Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yg di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yg mereka usahakan”

b.      Menyingkapkan hakikat-hakikat dan mengemukakan sesuatu yg tidak tampak seakan-akan sesuatu yg tampak. Al-Baqarah 275. “Mereka yg memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yg kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila”

c.       Mengumpulkan makna yg menarik lagi indah dlm ungkapan yg padat, seperti amsal mursalah dan kaminah.

d.      Mendorong orang yg diberi masal untuk berbuat sesuai dg isi masal. Al-Baqarah 261. “Perumpamaan (nafkah yg dikeluarkan oleh) orang-orang yg menafkahkan harta mereka di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagia siapa yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”

e.       Menjauhkan isi masal, jika isi masal berupa sesuatu yg dibenci jiwa. Al-Hujurat 12 “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya”

f.        Untuk memuji orang yg diberi masal. Al-Fath 29 “Demikianlah perumpamaan (masal) mereka dalam Taurat dan perumpamaan (masal) mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengaluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah ia dan tegak lurus di atas pokoknya. Tanaman itu menyenangkan hati penanampenanamnya, karena llah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang Mukmin)”

g.      Untuk menggambarkan sesuatu yg mempunyai sifat yg dipandang buruk oleh orang banyak.Orang yg dikarunia Kitaullah tetapi ia tersesat. Al-A’raf: 175-176 “…maka perumpamaan (masalnya) seperti anjing jika kamu menghalaunya dijulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan (masal) orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami…”

h.      Amsal lebih berpengaruh pada jiwa, lebih efektif dalam memberikan nasihat, lebih kuat dalam memberikan peringatan dan lebih dapat memuaskan hati. “Dan sungguh Kami telahmembuat bagi manusia di dalam Al-Qur’an ini setiap macam perumpamaan (masal) supaya mereka mendapat pelajaran” Al-Zumar 27. “Dan perumpamaan-perumpamaan (amsal) itu kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu” Al-Ankabut 43


Monday, 6 July 2020

Jangan Pernah Berhenti Menuntut Ilmu



عَنْ أَبي الدَّرْداءِ، قَال: سمِعْتُ رَسُول اللَّهِ ﷺ، يقولُ
مَْن سَلَكَ طَرِْيقًا َيلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا ِإلىَ اْلجَنَّةِ : رواه مسلم

Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga (HR Muslim)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:
  
1- Hadits di atas memberi gambaran bahwa dengan ilmulah surga itu akan didapat. Karena dengan ilmu (agama) orang dapat beribadah dengan benar kepada Allah Swt dan dengan ilmu pula seorang muslim dapat berbuat kebaikan. Oleh karena itu orang yang menuntut ilmu adalah orang yang sedang menuju surga Allah.
2- Mencari ilmu itu wajib, tidak mengenal batas tempat, dan juga tidak mengenal batas usia, baik anak-anak maupun orang tua.
3- Kewajiban menuntut ilmu dapat dilaksanakan di sekolah, kuliah, pesantren, majlis ta’lim, pengajian anak-anak, belajar sendiri, penelitian atau diskusi yang diselenggrakan oleh para remaja mesjid.
4- Ilmu merupakan cahaya kehidupan bagi umat manusia. Dengan ilmu hidup jadi mudah, dengan agama hidup jadi terarah, dengan seni kehidupan di dunia  terasa lebih indah, yang susah akan terasa mudah, yang kasar akan terasa lebih halus. Dalam menjalankan ibadah kepada Allah, harus dengan ilmu pula. Sebab beribadah tanpa didasarkan ilmu yang benar adalah sisa-sia belaka.                               5- Oleh karena itu dengan mengamalkan ilmu di jalan Allah merupakan ladang amal (pahala) dalam kehidupan dan dapat memudahkan seseorang untuk masuk ke dalam surga Allah. 🤲

Tema  hadist yang berkaitan dengan al-qur'an :

- Allah sangat mencintai orang-orang yang berilmu, sehingga orang yang berilmu yang didasarkan atas iman akan diangkat derajatnya oleh Allah

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" (Q.s. al-Mujadalah : 11). Wallohu A'lam Bilmurodih

Oleh : Dr. Didin Komarudin, M.Ag ( Dosen Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung)

Labels