Soal
1. Ada berapa macam qishshah
dalam Al-Qur’an?
2. Sebutkan faidah Qishshah
Al-Qur’an ?
3. Jelaskan hikmah keberadaan ayat-ayat mutasyabihat
dalam Al-Qur’an ?
4. Jelaskan pengertian Amsal Al-Kaminah dengan disertai
contoh ayat Al-Qur’an?
5. Sebutkan Faidah
Amsal Al-Qur’an?
Jawabannya
1.
Qashash al-Qur’an adalah pemberitahuan Qur’an mengenai umat
yg telah lalu, nubuwat
yg
terdahulu dan peristiwa-peristiwa yang lampau agar di jadikan pelajaran.
a.
Kisah para Nabi terdahulu yang berisi tentang dakwah
mereka kepada kaumnya, mukjizat yang memperkuat dakwahnya, tentang orang yang
memusuhinya, tahapan-tahapan dakwah dan perkembangannya serta hakikat yang
diterima oleh mereka yang mempercayai dan golongan yang mendustakan. Seperti kisah Nuh, Ibrahim, Musa, Harun, Isa, dan
Nabi-Nabi serta Rasul lainnya yang di tutup oleh nabi Muhammad.
b.
Kisah-kisah yg berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yg
terjadi pada masa lalu dan orang-orang yang tidak dipastikan kenabiannya atau
hanya mengaku sebagai nabi. Misalnya kisah orang yang keluar dari kampung
halaman, yang beribu-ribu jumlahnya karena takut mati, Kisah Talut dan Jalut,
dua orang putra Adam, penghuni gua, Zulqarnain, Qarun, orang-orang yang
menangkap ikan pahari Sabtu, Maryam, Ashabul ukhdud, Ashabul Fil
c.
Kisah-kisah yg berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yg
terjadi pada masa Rasulullah, seperti perang Badar, Uhud pada surat Ali Imran,
Perang Hunain dan Tabuk dalam surat AlTaubah, Perang Ahzab dalam surat
al-Ahzab, hijrah, isra dll.
2. Qisasah al quran
mempunyai banyak sekali faidah atau manfaat bagi umat diantaranya adalah
a.
Menjelaskan asas dakwah menuju Allah dan menjelaskan
pokok syariat yg dibawa oleh para Nabi. Al-Anbiya 25 “Dan Kami tidak mengutus
seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak
ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”
b.
Meneguhkan hati Rasulullah dan hati ummat Muhammad atas
agama Allah, memperkuat kepercayaan orang Mukmin ttg menangnya kebenaran dan
para pendukungnya serta hancurnya kebatilan dan para pembelanya. Hud 120 “Dan
semua kisah rasul-rasul yang Kami ceritakan kepadamu, adalah kisah-kisah yang
dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu
kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”
c.
Membenarkan para nabi terdahulu, menghidupkan kenangan
thd mereka serta mengabadikan jejak dan peninggalannya.
d.
Menampakan kebenaran Muhammad dlm dakwahnya dg apa yg
diberitakannya ttg hal ihwal orang-orang terdahulu di sepanjang kurun dan
generasi.
e.
Menyibak kebohongan ahli kitab dg hujjah yg membeberkan
keterangan dan petunjuk yg mereka sembunyikan dan menantang mereka dg isi kitab
mereka sendiri sebelum kitab itu diubah dan diganti. Ali Imran 93 “Semua
makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh
Israil (Ya’kub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah:
(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum Taurat), maka bawalah
Taurat itu, lalu bacalah jika kamu orang-orang yang benar”
f.
Kisah termasuk salah satu bentuk sastra yg dapat menarik
perhatian para pendengar dan memantapkan pesan-pesan yg terkandung di dalamnya
ke dalam jiwa. Yusuf 111. “Sesungguhnya pada kisah mereka itu terdapat
pelajaran bagi orang-orang yang berakal”
3. Ayat-ayat Mutasyabihat
ini mengharuskan upaya yang lebih banyak untuk mengungkap maksudnya, sehingga
menambah pahala bagi orang yang mengkajinya. Jika Al-Quran mengandung ayat-ayat
mutasyabihat, maka untuk memahaminya di perlukan cara penafsiran dan tarjih
antara satu dengan yang lainnya. Hal ini memerlukan berbagai ilmu, seperti ilmu
bahasa, gramatika, ma’ani, ilmu bayan, ushulfiqh dan sebagainya. Apabila
ayat-ayatmutasyabihatitutidakadaniscayatidakakanadailmu-ilmutidakakanmuncul.
4.
Amsal Al-Kaminah, yg di dalamnya tidak disebutkan dengan jelas
lafadz tamsil tetapi ia menunjukan makna yg indah.
َوَلاَتْجَعْلَيَدَكَمْغُلوَلًةِإَلٰىُعُنِقَكَوَلاَتْبُسْطَهاُكَّلٱْلَبْسِطَفَتْقُعَدَمُلوًماَّمْحُسوًرا
“Dan jangan lah kamu jadi kan tangan mu terbelenggu pada lehermu
dan jangan (pula) terlalu mengulurkannya”
5.
Faidahnya pun adalah.
a.
Menonjolkan sesuatu ma’qul (yg hanya bisa dijangkau akal,
abstrak) dalam bentuk konkrit yg dapat dirasakan indra manusia sehingga akal
mudah menerimanya. Perumpamaan orang riya Al-Baqarah:264. “Maka perumpamaan
orang itu seperti batu licin yg di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa
hujan lebat, lalu menjadilah ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai
sesuatupun dari apa yg mereka usahakan”
b.
Menyingkapkan hakikat-hakikat dan mengemukakan sesuatu yg
tidak tampak seakan-akan sesuatu yg tampak. Al-Baqarah 275. “Mereka yg memakan
(mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yg
kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila”
c.
Mengumpulkan makna yg menarik lagi indah dlm ungkapan yg
padat, seperti amsal mursalah dan kaminah.
d.
Mendorong orang yg diberi masal untuk berbuat sesuai dg
isi masal. Al-Baqarah 261. “Perumpamaan (nafkah yg dikeluarkan oleh)
orang-orang yg menafkahkan harta mereka di jalan Allah adalah serupa dengan
sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji.
Allah melipatgandakan (ganjaran) bagia siapa yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha
Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”
e.
Menjauhkan isi masal, jika isi masal berupa sesuatu yg
dibenci jiwa. Al-Hujurat 12 “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian
yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang
sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya”
f.
Untuk memuji orang yg diberi masal. Al-Fath 29
“Demikianlah perumpamaan (masal) mereka dalam Taurat dan perumpamaan (masal)
mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengaluarkan tunasnya maka tunas
itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah ia dan tegak lurus di
atas pokoknya. Tanaman itu menyenangkan hati penanampenanamnya, karena llah
hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang
Mukmin)”
g.
Untuk menggambarkan sesuatu yg mempunyai sifat yg
dipandang buruk oleh orang banyak.Orang yg dikarunia Kitaullah tetapi ia
tersesat. Al-A’raf: 175-176 “…maka perumpamaan (masalnya) seperti anjing jika
kamu menghalaunya dijulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia
menjulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan (masal) orang-orang
yang mendustakan ayat-ayat kami…”
h.
Amsal lebih berpengaruh pada jiwa, lebih efektif dalam
memberikan nasihat, lebih kuat dalam memberikan peringatan dan lebih dapat
memuaskan hati. “Dan sungguh Kami telahmembuat bagi manusia di dalam Al-Qur’an
ini setiap macam perumpamaan (masal) supaya mereka mendapat pelajaran” Al-Zumar
27. “Dan perumpamaan-perumpamaan (amsal) itu kami buat untuk manusia; dan tidak
ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu” Al-Ankabut 43

No comments:
Write Post a Comment