Friday, 10 July 2020

Tanya Jawab Seputar Ulumul Quran

 



Soal

1. Ada berapa macam qishshah dalam Al-Qur’an?

2. Sebutkan faidah Qishshah Al-Qur’an ?

3. Jelaskan hikmah keberadaan ayat-ayat mutasyabihat dalam Al-Qur’an ?

4. Jelaskan pengertian Amsal Al-Kaminah dengan disertai contoh ayat Al-Qur’an?

5.  Sebutkan Faidah Amsal Al-Qur’an?

 

Jawabannya

1.      Qashash al-Qur’an adalah pemberitahuan Qur’an mengenai umat yg telah lalu, nubuwat

yg terdahulu dan peristiwa-peristiwa yang lampau agar di jadikan pelajaran.

a.       Kisah para Nabi terdahulu yang berisi tentang dakwah mereka kepada kaumnya, mukjizat yang memperkuat dakwahnya, tentang orang yang memusuhinya, tahapan-tahapan dakwah dan perkembangannya serta hakikat yang diterima oleh mereka yang mempercayai dan golongan yang mendustakan. Seperti  kisah Nuh, Ibrahim, Musa, Harun, Isa, dan Nabi-Nabi serta Rasul lainnya yang di tutup oleh  nabi Muhammad.

b.      Kisah-kisah yg berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yg terjadi pada masa lalu dan orang-orang yang tidak dipastikan kenabiannya atau hanya mengaku sebagai nabi. Misalnya kisah orang yang keluar dari kampung halaman, yang beribu-ribu jumlahnya karena takut mati, Kisah Talut dan Jalut, dua orang putra Adam, penghuni gua, Zulqarnain, Qarun, orang-orang yang menangkap ikan pahari Sabtu, Maryam, Ashabul ukhdud, Ashabul Fil

c.       Kisah-kisah yg berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yg terjadi pada masa Rasulullah, seperti perang Badar, Uhud pada surat Ali Imran, Perang Hunain dan Tabuk dalam surat AlTaubah, Perang Ahzab dalam surat al-Ahzab, hijrah, isra dll.

2.      Qisasah al quran mempunyai banyak sekali faidah atau manfaat bagi umat diantaranya adalah

a.       Menjelaskan asas dakwah menuju Allah dan menjelaskan pokok syariat yg dibawa oleh para Nabi. Al-Anbiya 25 “Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”

b.      Meneguhkan hati Rasulullah dan hati ummat Muhammad atas agama Allah, memperkuat kepercayaan orang Mukmin ttg menangnya kebenaran dan para pendukungnya serta hancurnya kebatilan dan para pembelanya. Hud 120 “Dan semua kisah rasul-rasul yang Kami ceritakan kepadamu, adalah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”

c.       Membenarkan para nabi terdahulu, menghidupkan kenangan thd mereka serta mengabadikan jejak dan peninggalannya.

d.      Menampakan kebenaran Muhammad dlm dakwahnya dg apa yg diberitakannya ttg hal ihwal orang-orang terdahulu di sepanjang kurun dan generasi.

e.       Menyibak kebohongan ahli kitab dg hujjah yg membeberkan keterangan dan petunjuk yg mereka sembunyikan dan menantang mereka dg isi kitab mereka sendiri sebelum kitab itu diubah dan diganti. Ali Imran 93 “Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya’kub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: (Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah jika kamu orang-orang yang benar”

f.        Kisah termasuk salah satu bentuk sastra yg dapat menarik perhatian para pendengar dan memantapkan pesan-pesan yg terkandung di dalamnya ke dalam jiwa. Yusuf 111. “Sesungguhnya pada kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal”

3.      Ayat-ayat Mutasyabihat ini mengharuskan upaya yang lebih banyak untuk mengungkap maksudnya, sehingga menambah pahala bagi orang yang mengkajinya. Jika Al-Quran mengandung ayat-ayat mutasyabihat, maka untuk memahaminya di perlukan cara penafsiran dan tarjih antara satu dengan yang lainnya. Hal ini memerlukan berbagai ilmu, seperti ilmu bahasa, gramatika, ma’ani, ilmu bayan, ushulfiqh dan sebagainya. Apabila ayat-ayatmutasyabihatitutidakadaniscayatidakakanadailmu-ilmutidakakanmuncul.

4.      Amsal Al-Kaminah, yg di dalamnya tidak disebutkan dengan jelas lafadz tamsil tetapi ia menunjukan makna yg indah.

َوَلاَتْجَعْلَيَدَكَمْغُلوَلًةِإَلٰىُعُنِقَكَوَلاَتْبُسْطَهاُكَّلٱْلَبْسِطَفَتْقُعَدَمُلوًماَّمْحُسوًرا

Dan jangan lah kamu jadi kan tangan mu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) terlalu mengulurkannya”

5.      Faidahnya pun adalah.

a.       Menonjolkan sesuatu ma’qul (yg hanya bisa dijangkau akal, abstrak) dalam bentuk konkrit yg dapat dirasakan indra manusia sehingga akal mudah menerimanya. Perumpamaan orang riya Al-Baqarah:264. “Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yg di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yg mereka usahakan”

b.      Menyingkapkan hakikat-hakikat dan mengemukakan sesuatu yg tidak tampak seakan-akan sesuatu yg tampak. Al-Baqarah 275. “Mereka yg memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yg kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila”

c.       Mengumpulkan makna yg menarik lagi indah dlm ungkapan yg padat, seperti amsal mursalah dan kaminah.

d.      Mendorong orang yg diberi masal untuk berbuat sesuai dg isi masal. Al-Baqarah 261. “Perumpamaan (nafkah yg dikeluarkan oleh) orang-orang yg menafkahkan harta mereka di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagia siapa yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”

e.       Menjauhkan isi masal, jika isi masal berupa sesuatu yg dibenci jiwa. Al-Hujurat 12 “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya”

f.        Untuk memuji orang yg diberi masal. Al-Fath 29 “Demikianlah perumpamaan (masal) mereka dalam Taurat dan perumpamaan (masal) mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengaluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah ia dan tegak lurus di atas pokoknya. Tanaman itu menyenangkan hati penanampenanamnya, karena llah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang Mukmin)”

g.      Untuk menggambarkan sesuatu yg mempunyai sifat yg dipandang buruk oleh orang banyak.Orang yg dikarunia Kitaullah tetapi ia tersesat. Al-A’raf: 175-176 “…maka perumpamaan (masalnya) seperti anjing jika kamu menghalaunya dijulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan (masal) orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami…”

h.      Amsal lebih berpengaruh pada jiwa, lebih efektif dalam memberikan nasihat, lebih kuat dalam memberikan peringatan dan lebih dapat memuaskan hati. “Dan sungguh Kami telahmembuat bagi manusia di dalam Al-Qur’an ini setiap macam perumpamaan (masal) supaya mereka mendapat pelajaran” Al-Zumar 27. “Dan perumpamaan-perumpamaan (amsal) itu kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu” Al-Ankabut 43


No comments:
Write Post a Comment